Kota Bogor, Vibeindonesia.id – Di balik usaha kecil penjualan keripik dengan merek Omina yang semakin dikenal di Kota Bogor, terdapat cerita inspiratif dari seorang ibu bernama Dedeh Suryani.
Di usianya yang sudah menginjak 63 tahun, Dedeh tidak hanya dikenal sebagai penjual keripik, tetapi juga sebagai sosok yang fasih berbahasa Inggris, sebuah kemampuan yang ia pelajari sejak masa SMA.
Dedeh memulai usaha keripik “Omina” tiga tahun yang lalu, berjualan secara door-to-door dengan berjalan kaki dari rumah ke ruma, di kawasan Indraprasta hingga berbagai lokasi di Kota Bogor.
Meskipun awalnya tampak seperti usaha kecil, semangat dan ketekunannya dalam menjalani bisnis ini tidak bisa dianggap remeh.
“Saya sangat menikmati proses pembuatan keripik ini. Saya membuatnya dengan tangan sendiri, dan saya ingin orang lain bisa merasakan kelezatannya,” ungkap Dedeh sambil tersenyum saat menawarkan produknya kepada insan pers yang sedang berada di Kantor PWI Kota Bogor pada Sabtu (16/11).
Nama Omina, yang kini menjadi merek keripik yang ia jual, diambil dari nama ibunya sebagai bentuk penghormatan.
“Nama ibu saya adalah Omina, dan saya ingin produk ini menjadi kenangan indah untuk ibu saya yang selalu mendukung saya,” tambahnya.
Namun, yang membuat cerita Dedeh semakin menarik adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Berbeda dengan penjual keripik kebanyakan, Dedeh mengaku telah menguasai bahasa internasional ini dengan sangat baik.
“Sejak saya masih SMA, saya memang sangat menyukai bahasa Inggris. Itu adalah pelajaran favorit saya,” ujar Dedeh, yang tampak percaya diri saat berbicara dalam bahasa Inggris.
Kemampuannya dalam berbahasa Inggris ternyata tidak hanya berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi nilai lebih dalam usaha bisnisnya.
Dedeh mengaku pernah bergabung dengan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor sebagai pemandu wisata (guide) untuk para turis asing yang datang ke kota tersebut.
“Dulu saya bekerja sebagai guide turis, dan setiap kali bertemu turis asing, saya selalu merasa bangga bisa berbicara dengan mereka dalam bahasa Inggris. Itu membuat saya semakin percaya diri,” kata Dedeh mengenang masa-masa itu.
Usaha keripik Omina yang dikelola oleh Dedeh juga tidak hanya bergantung pada kualitas produk. Dedeh percaya bahwa berkomunikasi dengan pelanggan dalam bahasa Inggris juga memberi nilai lebih.
“Terkadang, ada pelanggan asing yang mampir, dan mereka sangat menghargai jika kita bisa berbicara dalam bahasa mereka. Itu membuat mereka merasa lebih dekat dan nyaman,” jelasnya.
Kini, meski usahanya masih dijalankan dengan cara tradisional, yakni dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah, keripik Omina sudah memiliki pelanggan setia yang terus mendukungnya. Dedeh tidak hanya memasarkan keripiknya, tetapi juga berbagi kisah dan semangat kepada setiap orang yang ia temui.
Dengan usianya yang tidak muda lagi, Dedeh menunjukkan kepada kita bahwa belajar itu tidak mengenal usia, dan keberanian untuk meraih impian bisa datang dari segala arah.
Melalui keripik Omina dan kemampuannya berbahasa Inggris, Dedeh Suryani telah membuktikan bahwa tekad, semangat, dan sedikit pengetahuan bahasa internasional dapat membawa kita menuju kesuksesan, bahkan dalam usaha kecil sekalipun.
(Red)
Keripik “Omina” dan Cerita Dedeh Suryani, Penjual Keripik Yang Menguasai Bahasa Inggris















