Jakarta, Vibeindonesia.id – Para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat secara tatap muka bersama kelompok PKK RW 008 Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu siang (17/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan yang diberikan mengangkat tema “Public Speaking” atau berbicara di depan umum, yang ditujukan untuk membantu para anggota PKK meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.
Keterampilan ini sangat penting, terutama dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan lokal agar semakin menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua pelaksana kegiatan, Eulin Karlina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi efektif bagi para peserta.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu PKK dapat lebih percaya diri ketika mempresentasikan produk mereka di hadapan publik,” ujarnya.
Sambutan positif datang dari Suparni, perwakilan PKK RW 008. Ia mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang menurutnya sangat bermanfaat.
“Kami merasa terbantu dengan pelatihan ini. Ilmu yang kami peroleh sangat relevan, terutama untuk meningkatkan daya tarik produk kami saat mengikuti bazar atau promosi lainnya,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ratna Kartika Sari, yang juga berperan sebagai tutor. Ia menjelaskan bahwa kemampuan public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang mengelola emosi, membangun rasa percaya diri, serta memahami audiens yang dituju.
“Kendala utama biasanya datang dari dalam diri sendiri, seperti rasa gugup atau kurang percaya diri. Namun dengan latihan yang konsisten, semua itu bisa diatasi,” jelasnya.
Ratna juga membagikan sejumlah tips praktis dalam mengatasi rasa cemas ketika berbicara di depan umum, agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara jelas dan berdampak bagi audiens.
Ia menekankan bahwa public speaking memiliki peranan besar tidak hanya dalam dunia profesional, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial, mempengaruhi orang lain, serta mempromosikan produk atau ide secara efektif.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan harapan dari para peserta agar pelatihan seperti ini terus dilanjutkan di masa mendatang. UBSI sendiri menyambut baik antusiasme tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang aplikatif dan berdampak langsung.
Oleh: Desy Suryani | Pengabdian Masyarakat | Jakarta, 17 Mei 2025















